Salam Pak jo

Nama                            :  Marlina Putri Ayu

Nomor  mahasiswa        :  C1BO10036

Kelas                             : Manajemen A

Peserta Pagi

Tugas Sistem Informasi Manajemen ke -1

  1. Apakah  yang dimaksud dengan LPSE?

LPSE  singkatan dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik. Lpse adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah/ lembaga/ BUMN / perguruan tinggi / kementrian Indonesia yang merupakan suatu sistem untuk meningkatkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan atau jasa secara elektronik dimana mengurangi kontak langsung antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha. Sehingga dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa tidak terjadi penyimpangan. Karena menurut salah satu survey bahwa kasus KKN yang banyak terjadi di Indonesia, salah satu adalah kasus penyimpangan proses pengadaan dan atau jasa. Aplikasi yang digunakan LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan atau jasa Pemerintah.

  1. Apakah LPSE merupakan sebuah sistem, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

Iya benar, LPSE mempunyai ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem. Ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sebagai berikut;

  • Harus mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP. Dimana LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi panitia pengadaan dengan penyedia barang/ pelaku usaha dalam proses pengadaan.
  • ·         Harus mempunyai batas sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya lainnya. Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.
  • Harus mempunyai lingkungan luar sistem yang merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). LPSE memiliki lingkungan luar sistem yang harus dipertahankan yaitu sistem e-procurement (sistem pengadaan secara elektronik) jika aplikasi sistem ini rusak atau tidak digunakan lagi maka proses pengadaan secara elektronik tidak ada lagi.
  • Harus mempunyai Penghubung (interface) yang merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Penghubung dalam LPSE adalah koneksi internet dengan sistem e- procurment server lalu dibentuk terminal terminal penyedia barang/pelaku usaha dan panitia pengadaan yang membantu operasi proses pengadaan.
  • Harus mempunyai masukan (input) yang merupakan  sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem e- procurment server, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Input dalam LPSE adalah soft copy dokumen dokumen pengadaan dan data data perusahaan atau penyedia barang yang akan ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.
  • Harus mempunyai keluaran (output) yang merupakan  hasil dari sesuatu yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran yang berguna tersebut dalam LPSE adalah data data yang diterima dari penyedia barang atau pelaku usaha yang ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.
  1. Menurut Anda , apakah tujuan LPSE?
  • LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse atau lpkk. Karena di website/ account resmi lpse atau lpkk sudah terlampir dokumen dokumen tentang pengumuman atau penganggaran pengadaan barang dan atau jasa tersebut.
  • LPSE dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia karena hubungan antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha diawasi atau dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). Jadi apabila terjadi penyimpangan dapat diketahui segera.
  • LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa dapat dilihat di website atau account resmi lpse daerah tersebut atau lpkk sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam mempelajari tentang dokumen tersebut.
  • LPSE dapat mendukung monitoring atau audit dari pihak yang berkepentingan atau KPK yang memberantas korupsi.
  • LPSE dapat membantu pemerintah daerah / BUMN / perguruan tinggi / lembaga / kementrian dalam melakukan proses pengadaan barang dan atau jasa.

Referensi

http://lpse.jambikota.go.id/eproc/app?service=page/TentangKami

http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristik-sistem-dalam-sistem.html

http://lpse.jambiprov.go.id/eproc/app

http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2

http://www.lkpp.go.id/v2/

http://lpse.blogdetik.com/2011/01/12/tujuan-e-procurement-pada-perpres-542010/