http://wp.me/iYwe

Salam Pak jo

 

Nama                             :  Marlina Putri Ayu

Nomor  mahasiswa        :  C1BO10036

Kelas                             : Manajemen A

Peserta Pagi

Tugas Sistem Informasi Manajemen ke -1

 

  1. Apakah  yang dimaksud dengan LPSE?

LPSE  singkatan dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik. Lpse adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah/ lembaga/ BUMN / perguruan tinggi / kementrian Indonesia yang merupakan suatu sistem untuk meningkatkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan atau jasa secara elektronik dimana mengurangi kontak langsung antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha. Sehingga dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa tidak terjadi penyimpangan. Karena menurut salah satu survey bahwa kasus KKN yang banyak terjadi di Indonesia, salah satu adalah kasus penyimpangan proses pengadaan dan atau jasa. Aplikasi yang digunakan LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan atau jasa Pemerintah.

2.   Apakah LPSE merupakan sebuah sistem, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

 

Iya benar, LPSE mempunyai ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem. Ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sebagai berikut;

 

  • Harus mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP. Dimana LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi panitia pengadaan dengan penyedia barang/ pelaku usaha dalam proses pengadaan.

 

  • ·         Harus mempunyai batas sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya lainnya. Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.

 

  • Harus mempunyai lingkungan luar sistem yang merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). LPSE memiliki lingkungan luar sistem yang harus dipertahankan yaitu sistem e-procurement (sistem pengadaan secara elektronik) jika aplikasi sistem ini rusak atau tidak digunakan lagi maka proses pengadaan secara elektronik tidak ada lagi.

 

  • Harus mempunyai Penghubung (interface) yang merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Penghubung dalam LPSE adalah koneksi internet dengan sistem e- procurment server lalu dibentuk terminal terminal penyedia barang/pelaku usaha dan panitia pengadaan yang membantu operasi proses pengadaan.

 

  • Harus mempunyai masukan (input) yang merupakan  sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem e- procurment server, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Input dalam LPSE adalah soft copy dokumen dokumen pengadaan dan data data perusahaan atau penyedia barang yang akan ditampilkan dalam website atau account resmi LPSE / LPKK

 

  • Harus mempunyai keluaran (output) yang merupakan  hasil dari sesuatu yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran yang berguna tersebut dalam LPSE adalah data data yang diterima dari penyedia barang atau pelaku usaha yang ditampilkan dalam website atau account resmi LPSE / LPKK

 

  • Harus mempunyai tujuan (sasaran) yang merupakan tujuan dari sesuatu yang diolah atau pencapaian sasaran suatu objek. Tujuan dalam LPSE adalah untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas dalam melakukan proses pengadaaan barang dan atau jasa.

 

3.  Menurut Anda , apakah tujuan LPSE?

  • LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse atau lpkk. Karena di website/ account resmi lpse atau lpkk sudah terlampir dokumen dokumen tentang pengumuman atau penganggaran pengadaan barang dan atau jasa tersebut.

 

  • LPSE dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia karena hubungan antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha diawasi atau dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). Jadi apabila terjadi penyimpangan dapat diketahui segera.

 

  • LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa dapat dilihat di website atau account resmi lpse daerah tersebut atau lpkk sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam mempelajari tentang dokumen tersebut.

 

 

  • LPSE dapat mendukung monitoring atau audit dari pihak yang berkepentingan atau KPK yang memberantas korupsi.

 

  • LPSE dapat membantu pemerintah daerah / BUMN / perguruan tinggi / lembaga / kementrian dalam melakukan proses pengadaan barang dan atau jasa.

 

Referensi

http://lpse.jambikota.go.id/eproc/app?service=page/TentangKami

http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristik-sistem-dalam-sistem.html

http://lpse.jambiprov.go.id/eproc/app

http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2

http://www.lkpp.go.id/v2/

http://lpse.blogdetik.com/2011/01/12/tujuan-e-procurement-pada-perpres-542010/

Salam Pak jo

Nama                            :  Marlina Putri Ayu

Nomor  mahasiswa        :  C1BO10036

Kelas                             : Manajemen A

Peserta Pagi

Tugas Sistem Informasi Manajemen ke -1

  1. Apakah  yang dimaksud dengan LPSE?

LPSE  singkatan dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik. Lpse adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah/ lembaga/ BUMN / perguruan tinggi / kementrian Indonesia yang merupakan suatu sistem untuk meningkatkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan atau jasa secara elektronik dimana mengurangi kontak langsung antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha. Sehingga dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa tidak terjadi penyimpangan. Karena menurut salah satu survey bahwa kasus KKN yang banyak terjadi di Indonesia, salah satu adalah kasus penyimpangan proses pengadaan dan atau jasa. Aplikasi yang digunakan LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan atau jasa Pemerintah.

  1. Apakah LPSE merupakan sebuah sistem, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

Iya benar, LPSE mempunyai ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem. Ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sebagai berikut;

  • Harus mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP. Dimana LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi panitia pengadaan dengan penyedia barang/ pelaku usaha dalam proses pengadaan.
  • ·         Harus mempunyai batas sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya lainnya. Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.
  • Harus mempunyai lingkungan luar sistem yang merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). LPSE memiliki lingkungan luar sistem yang harus dipertahankan yaitu sistem e-procurement (sistem pengadaan secara elektronik) jika aplikasi sistem ini rusak atau tidak digunakan lagi maka proses pengadaan secara elektronik tidak ada lagi.
  • Harus mempunyai Penghubung (interface) yang merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Penghubung dalam LPSE adalah koneksi internet dengan sistem e- procurment server lalu dibentuk terminal terminal penyedia barang/pelaku usaha dan panitia pengadaan yang membantu operasi proses pengadaan.
  • Harus mempunyai masukan (input) yang merupakan  sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem e- procurment server, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Input dalam LPSE adalah soft copy dokumen dokumen pengadaan dan data data perusahaan atau penyedia barang yang akan ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.
  • Harus mempunyai keluaran (output) yang merupakan  hasil dari sesuatu yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran yang berguna tersebut dalam LPSE adalah data data yang diterima dari penyedia barang atau pelaku usaha yang ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.
  1. Menurut Anda , apakah tujuan LPSE?
  • LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse atau lpkk. Karena di website/ account resmi lpse atau lpkk sudah terlampir dokumen dokumen tentang pengumuman atau penganggaran pengadaan barang dan atau jasa tersebut.
  • LPSE dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia karena hubungan antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha diawasi atau dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). Jadi apabila terjadi penyimpangan dapat diketahui segera.
  • LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa dapat dilihat di website atau account resmi lpse daerah tersebut atau lpkk sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam mempelajari tentang dokumen tersebut.
  • LPSE dapat mendukung monitoring atau audit dari pihak yang berkepentingan atau KPK yang memberantas korupsi.
  • LPSE dapat membantu pemerintah daerah / BUMN / perguruan tinggi / lembaga / kementrian dalam melakukan proses pengadaan barang dan atau jasa.

Referensi

http://lpse.jambikota.go.id/eproc/app?service=page/TentangKami

http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristik-sistem-dalam-sistem.html

http://lpse.jambiprov.go.id/eproc/app

http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2

http://www.lkpp.go.id/v2/

http://lpse.blogdetik.com/2011/01/12/tujuan-e-procurement-pada-perpres-542010/

Salam Pak jo

 

Nama                            :  Marlina Putri Ayu

Nomor  mahasiswa        :  C1BO10036

Kelas                             : Manajemen A

Peserta Pagi

Tugas Sistem Informasi Manajemen ke -1

 

  1. Apakah  yang dimaksud dengan LPSE?

LPSE  singkatan dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik. Lpse adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah/ lembaga/ BUMN / perguruan tinggi / kementrian Indonesia yang merupakan suatu sistem untuk meningkatkan nilai transparansi dan akuntabilitas dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan atau jasa secara elektronik dimana mengurangi kontak langsung antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha. Sehingga dalam pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa tidak terjadi penyimpangan. Karena menurut salah satu survey bahwa kasus KKN yang banyak terjadi di Indonesia, salah satu adalah kasus penyimpangan proses pengadaan dan atau jasa. Aplikasi yang digunakan LPSE di seluruh Indonesia dikembangkan oleh LKPP yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan atau jasa Pemerintah.

 

  1. Apakah LPSE merupakan sebuah sistem, jelaskan ciri – cirinya bila dikategorikan menjadi satu sistem?

 

Iya benar, LPSE mempunyai ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem. Ciri ciri yang dapat dikategorikan sebagai suatu sistem sebagai berikut;

 

  • Harus mempunyai elemen/ komponen yang saling berinterkasi, artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. LPSE memiliki elemen elemen yang saling berkaitan yaitu panita pengadaan dengan pelaku usaha, dan LKPP. Dimana LPSE mengoperasikan sistem e-procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi panitia pengadaan dengan penyedia barang/ pelaku usaha dalam proses pengadaan.

 

  • ·         Harus mempunyai batas sistem yang merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya atau dengan lingkungnnya lainnya. Batas sistem dalam LPSE yaitu mengumumkan pengadaan barang dan atau jasa sampai pemenang pengadaan barang dan atau jasa. Jadi disini Lpse hanya sebagai fasilitator antara panitia pengadaan dengan penyedia barang /pelaku usaha. Batas sistem peraturan LPSE dimuat dalam Peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Peraturan Kepala LKPP Nomor 1 Tahun 2011 Tentang e-Tendering, Peraturan Kepala LKPP Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.

 

  • Harus mempunyai lingkungan luar sistem yang merupakan segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut Lingkungan luar sistem (environment). LPSE memiliki lingkungan luar sistem yang harus dipertahankan yaitu sistem e-procurement (sistem pengadaan secara elektronik) jika aplikasi sistem ini rusak atau tidak digunakan lagi maka proses pengadaan secara elektronik tidak ada lagi.

 

  • Harus mempunyai Penghubung (interface) yang merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumber – sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Penghubung dalam LPSE adalah koneksi internet dengan sistem e- procurment server lalu dibentuk terminal terminal penyedia barang/pelaku usaha dan panitia pengadaan yang membantu operasi proses pengadaan.

 

  • Harus mempunyai masukan (input) yang merupakan  sesuatu yang dimasukkan ke dalam sistem e- procurment server, yang dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Input dalam LPSE adalah soft copy dokumen dokumen pengadaan dan data data perusahaan atau penyedia barang yang akan ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.

 

  • Harus mempunyai keluaran (output) yang merupakan  hasil dari sesuatu yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran yang berguna tersebut dalam LPSE adalah data data yang diterima dari penyedia barang atau pelaku usaha yang ditampilkan dalam website atau account resmi lpse /lpkk.

 

 

  1. Menurut Anda , apakah tujuan LPSE?
  • LPSE mempunyai tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntibilitas proses pengadaan barang dan atau jasa. Jadi proses pengadaan dapat dilihat secara elektronik atau melalui website resmi lpse atau lpkk. Karena di website/ account resmi lpse atau lpkk sudah terlampir dokumen dokumen tentang pengumuman atau penganggaran pengadaan barang dan atau jasa tersebut.

 

  • LPSE dapat mengurangi tingkat korupsi di Indonesia karena hubungan antara panitia pengadaan dengan pelaku usaha diawasi atau dilindungi oleh APENDO (aplikasi pengaman dokumen) dari Badan inteligen negara (BIN). Jadi apabila terjadi penyimpangan dapat diketahui segera.

 

  • LPSE dapat meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam proses pengadaan barang dan atau jasa karena dokumen dokumen pengadaan tidak perlu dicetak jika pelaku usaha ingin melihat tentang dokumen pengadaan barang dan atau jasa dapat dilihat di website atau account resmi lpse daerah tersebut atau lpkk sehingga tidak menghabiskan waktu yang cukup lama dalam mempelajari tentang dokumen tersebut.

 

 

  • LPSE dapat mendukung monitoring atau audit dari pihak yang berkepentingan atau KPK yang memberantas korupsi.

 

  • LPSE dapat membantu pemerintah daerah / BUMN / perguruan tinggi / lembaga / kementrian dalam melakukan proses pengadaan barang dan atau jasa.

 

Referensi

http://lpse.jambikota.go.id/eproc/app?service=page/TentangKami

http://openmind4shared.blogspot.com/2012/04/karakteristik-sistem-dalam-sistem.html

http://lpse.jambiprov.go.id/eproc/app

http://www.pengadaannasional-bappenas.go.id/eproc/app?service=page/SyaratKetentuan2

http://www.lkpp.go.id/v2/

http://lpse.blogdetik.com/2011/01/12/tujuan-e-procurement-pada-perpres-542010/

SALAM PAK JO

TUGAS II

MANAJEMEN STRATEGIK

PESERTA KELAS PAGI

MANAJEMEN A

NAMA :  MARLINA PUTRI AYU

NIM      : C1B010036

 

  1. Dalam konteks persaingan, keunikan yang diberikan maskapai penerbangan Garuda adalah
    1. Desain dalam pesawat  memiliki  Tv dilangit langit koridornya yang memberikan pemandangan yang berbeda dalam pesawat.
    2. Ucapan terimkasih yang berkesan dan memanggil penumpang sebagai pelanggan. Kata kata yang ramah, sopan diucapkan oleh costumer service sangat membuat penumpang tidak melupakannya.
    3. Dilengkapi flight entertainment yang selalu update yang membantu membunuh kebosanan penumpang selama penerbangan.
    4. Ruang antar tempat duduk yang jaraknya lebar.
    5. Pilot dan pramugari yang berpengalaman.

Sedangkan keunikan yang diberikana maskapai penerbangan Lion adalah

  1. Tempat duduk yang terbuat dari kulit yang didesain khusus secara eksklusif, dengan ruang lebih besar untuk kaki hingga 38 inchi.
  2. Santapan selama perjalanan meliputi makanan kelas dunia dan makanan khas yang mencerminkan budaya Indonesia yang unik.
  3. Pesawatnya masih mulus dan baru dengan suara mesin yang lembut
  4. Tatanan lampu dalam pesawat menurut pelanggan mantap
  5. Sarung kursi pesawat, bertuliskan padamu negri 100% Indonesia

Jadi dalam konteks persaingan, kedua maskapai penerbangan diatas mempunyai keunikan yang memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang telah menggunakan maskapai penerbangan tersebut.

  1. Maskapai penerbangan Garuda menerapkan konsep atau slogan “Excelent Service” yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yaitu membutuhkan pelayanan yang terbaik. Dari sisi starategi maskapai penerbangan Garuda melakukan strategi sebagai berikut;

 

  1. Menambah rute baru perjalanan penerbangan. Oleh karena itu, Garuda menambah jumlah armada pesawat terbang.
  2. Mengadakan pelatihan untuk pegawai khususnya Frontline. Sehingga custumer service dapat memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
  3. Menggunakan pesawat yang lebih baik sesuai perkembangan teknologi ditambah dengan adanya pertumbuhan traffic dan pasar penerbangan yang dinilainya lebih baik dari perkiraan dengan penambahan beberapa pesawat tipe tertentu.

 

Yang menjadi penentu keberhasilan strategi tesebut adalah sumber daya manusia yang ada di dalamnya seperti pilot dan pramugari yang memiliki keahlian sesuai dengan bidangnya. Serta menambah jumlah armada yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

 

Maskapai penerbangan Lion menerapkan konsep atau slogan “We Make People Fly” yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan yaitu memberikan harga murah dan terjangkau kepada penumpang. Dari sisi starategi maskapai penerbangan Lion melakukan strategi sebagai berikut;

  1. Menerapkan strategi “Cost Leadership” yaitu dimaksudkan untuk menciptakan keefisienan system untuk menghasilkan ongkos yang lebih murah.
  2. Melakukan promo besar besaran dalam menarik pelanggan karena maskapai penerbangan Lion memberikan ongkos yang murah dan apabila promo mendapatkan diskon atau pemotongan harga lebih rendah dari harga normal. Jika harga normal rendah, tentu jika ada promo jauh lebih rendah. Kutipan dari Direktur maskapai penerbangan Lion dalam menghaddapi pertanyaan wartawan tentang “DELAY Lion”. “ jika delay Lion hanya 1 jam sama dengan harga tiket kereta api yang nyampe lama kenapa harus bosan menunggu. Toh harganya sama dengan harga tiket. Yang terpenting Lion akan mengantarkan penumpang pada tujuannya dengan harga yang murah.

 

Yang menjadi penentu keberhasilan strategi tersebut adalah kepercayaan konsumen apakah penumpang percaya kepada maskapai penerbangan yang menerapkan harga murah dan pelayanan standar bahkan dibawah standar?

 

  1. Dari segi kompetensi, maskapai penerbangan Garuda mempertahankan kompetensinya dengan cara seebagai berikut;

 

  1. Kualitas layanan maskapai penerbangan nasional Indonesia yang membanggakan ini tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan Garuda Indonesia Training Center atau lebih dikenal dengan GITC. Berkunjung ke GITC di Jalan Raya Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat beberapa saat lalu, Dra. Psi. I. Novianingtyastui dan Dra. Maria Eko Sulistyowati, MM, berkesempatan berkeliling dan menyaksikan bagaimana kru pesawat kebanggaan bangsa ditempa agar dapat memberikan pelayanan yang prima. Berdiri di atas lahan seluas 7 ha, GITC didirikan dengan tujuan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bagi karyawan Garuda Indonesia, baik karyawan darat maupun karyawan udara (pilot dan pramugari). Pendidikan dan pelatihan yang diadakan di GITC sudah memenuhi standar internasional, yang dibuktikan dengan diperolehnya standar internasional ISO 9001.

b .   Dalam upaya mendukung peningkatan keselamatan penerbangan, kajian-kajian teknik yang dilakukan Direktorat Teknik, diantaranya :

  1. Safety: Pengurangan dan pencegahan technical incident dan implementasi Safety Management System (SMS) melaluisosialisasi awareness SMS.
  2. Realibility: Improve Aircraft Realibility and Implement Manufactures Recommendation melalui workshop dengan rekomendasi 13 item perbaikan.
  3. Aircraft Availability: penyempurnaan fungsi maintenance control serta integrasi dengan unit pemasaran dan operasi.
  4. Cabin Comfort: Cabin recondition untuk 11 pesawat Boeing 737 serta persiapan cabin refurbishment untuk Boeing 747-400 dan Airbus 330-300.
  5.  Maintenance Cost: Perbaikan business process cost controlling, pembuatan serta pemantauan Service Level Agreement (SLA) dengan masing-masing maintenance provider.
  6. . Organization & People: penyederhanaan organisasi, penyusunan EPP (Employee Performance Plan), dan pelatihan untuk auditor.

 

  1. Pelanggan penerbangan memiliki kebutuhan layanan yang terdiri dari lima tahap service touch point, yaitu prejourney, pre-flight, in-flight, post-flight dan post journey, yang mencakup, antara lain, pemesanan tiket, check-in, fasilitas lounge, boarding, kenyamanan selama penerbangan dan pengambilan bagasi. Dengan merancang solusi layanan yang tepat, maka pelanggan dapat menghargai berbagai kemudahan dan kenyamanan yang tercermin dalam harga tiket yang dibayarkan.

 

Sedangkan maskapai penerbangan Lion mempertahankan kompetensinya dengan cara sebagai berikut;

 

Sesuai dengan slogan Lion memberikan harga tiket yang murah jika terbang bersama Lion. Untuk meningkatkan jumlah pelanggan yang terbang bersama Lion. Oleh karena itu Lion memberikan fasilitas sistem pembayaran tiket yang praktis yaitu Lion Air Online Booking. Dalam sistem tersebut pemesanan yang  dilakukan secara online nanti diberkan time limit dan ketika mau membayar tiket bisa melalui ATM/VISA.

 

  1. Strategi maskpai penerbangan Lion dalam mempertahankan harga tiket yang murah dengan memangkas habis biaya biaya yang tidak perlu seperti biaya cetak print tiket pesawat yang diganti dengan kertas yang selembar saja. Sehingga harga pokok produksinya menjadi lebih rendah dengan maskapai penerbangan lain.

Untuk mempertahankan strategi tersebut yang dapat mempengaruhi pelanggan sehingga tetap percaya dengan maskapai penerbangan Lion yaitu Lion menggunakan pesawat yang sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang.

 

  1. Road map Garuda adalah apa yang akan dikerjakan oleh maskapai penerbangan Garuda dalam melakukan visi dan misinya.

Dapat diketahui visi : ‘Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing di Internasional’

Dan misinya :

  • Melaksanakan usaha jasa angkutan udara yang memberikan kepuasan kepada pengguna jasa yang terpadu dengan industri lainnya melalui pengelolaan secara profesional dan didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi.
  • Menghasilkan keuntungan dengan jaringan domestik yang kuat untuk terus meningkatkan pangsa pasar domestik dan internasional bagi usahawan, perorangan, dan wisatawan.
  • Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia yang mempromosikan Indonesia kepada dunia guna menunjang pembangunan ekonomi nasional dengan memberikan pelayanan yang profesional.

Salah satu wujud Road Map maskapai penerbangan Garuda meluncurkan sebuah rencana ekspansi 5 tahun  yang bernama Quantum Leap. Garuda Indonesia mengubah  tampilan maskapainya seperti mengubah delivery maskapai, seragam staf dan logo. Dalam kurun  waktu  5 tahun, Garuda Indonesia menambahkan  armadanya dari  62 menjadi 116 pesawat. Quantum Leap yang dilakukan juga  untuk menaikkan jumlah penumpang per tahun menjadi 27.6 juta. Dan dalam periode yang sama, jumlah penumpang bertambah sebanyak 10.1 juta dari sewaktu awal program ini dijalankan.  
 

Lompatan Quantum yang dilakukan oleh Garuda Indonesia  : 
 
1.Menambah Rute Domestik dan Internasional
Garuda Indonesia  menambah  tujuan domestik maupun internasional dari 41 menjadi 62. Rute ekspansi mencakup Amsterdam, dengan transit di Dubai, pada tahun 2010. Penerbangan non-stop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER dimulai pada tahun 2011. Rute lain ke Hub-hub dunia seperti London, Frankfurt, Paris, Roma, Madrid, Los Angeles, serta kota lainnya akan  dibuka kembali.
 
2. Pergantian Logo
Pergantian Logo dari  Logo lama Garuda yang  menegaskan simbol burung ikonik yang dirancang oleh Landor juga 27 tahun sebelumnya, maka  Logo baru Garuda yang diciptakan oleh   konsultan merek Landor Associates, berupa  sebuah ide baru seputar “sayap alam”. Tampilan baru ini  dapat “menangkap semangat keramahan Indonesia dan profesionalisme”.
 
3. Skema Warna Baru 
Membuat skema warna baru pada sebuah Airbus A330-243 baru yang telah memakai desain yang sama selama 22 tahun.  Ekor pesawat yang diubah  menjadi  nuansa warna biru yang berbeda beda dengan tulisan Garuda Indonesia di tengah dari masing masing sisi lambung pesawat.  Garuda Indonesia mempertahankan simbol garuda yang didesain Landor di lambung pesawat dan terus menggunakannya sebagai identitas perusahaan.
 
4. Seragam Baru, Kebaya Kartini
Garuda Indonesia membuat  seragam baru bagi pramugari / pramugaranya, terinspirasi dari kebaya tradisional dengan batik motif lereng dilengkapi dengan kebaya berwarna biru gaya Kartini di bagian atas. kostum tambahan bagi pramugari termasuk sebuah batik motif lereng berwarna jingga dengan kebaya berwarna jingga. Untuk pramugara  memakai jas abu abu, kemeja biru dan dasi bermerek. Seragam ini didesain oleh Josephine Komara.
 
5. Konsep Pelayanan Baru
Konsep pelayanan baru Garuda Indonesia disebut “Garuda Indonesia Experience”, termasuk berbagai aspek dari kebudayaan, masakan, dan keramahan Indonesia. Mini Nasi Tumpeng Nusantara, tempe, dan jus martebe (markisa dan terong belanda), telah menjadi tanda masakan Garuda Indonesia yang baru. 
 
6. Sistem Hiburan Avod
Garuda mulai berusaha mensejajarkan diri dengan maskapai-maskapai internasional kelas dunia seperti KLM, Air France dan Singapore Airlines, dengan memperkenalkan sistem hiburan AVOD terbaru ( Audio Video on Demand ) dengan televisi di setiap kursi, terutama dalam armada jarak jauh. Garuda juga memperkenalkan kursi kelas bisnis yang dapat diubah menjadi tempat tidur pada penerbangan jarak jauh.
 
7. Kelas Eksekutif 
Pesawat A330 (seri -200 dan -300) memiliki produk kelas eksekutif baru dengan Flat-Bed seats yang memiliki ruang kaki 74″ dan dapat disandarkan hingga 180 derajat. Kursi ini memiliki sandaran tangan 11 inci,layar sentuh LCD dengan AVOD di setiap kursi, colokan laptop pribadi, dan lampu baca pribadi.
 
8. Kelas Ekonomi
Tersedia di semua pesawat. Ruang kaki terdiri dari 30″ hingga 35″ tergantung jenis pesawat, dengan panjang kursi 17″. Pesawat Airbus A330-200, Airbus A330-300 aircraft dan Boeing 737-800 yang lebih baru memiliki kursi kelas ekonomi yang lebih baru yang menawarkan layar sentuh LCD 9-inci dengan AVOD.
 
9. Garuda memasuki bursa saham
Pada tanggal 11 Februari 2011. Garuda memulai IPO sebagai langkah awal menuju bursa saham.  Pemerintah menyatakan bahwa harga saham Garuda adalah Rp.750 per saham dan mengurangi penawaran saham dari 9.362 lembar ke 6.3 lembar saham. Garuda Indonesia memutuskan mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia.

Keuntungan Road map bagi pelanggan internal dan eksternal yaitu mendapatkan pelayanan yang terbaik .

Keunggulan maskapai penerbangan Garuda :

  1. Ketepatan waktu penerbangan pesawat Garuda sesuai dengan jadwal yang ada ditiket.
  2. Pilot dan pramugri yang berpengalaman.
  3. Pelayanan dan keamanan yang memuaskan pelanggan.

Kelemahan maskapai penerbangan Garuda :

  1. Harga tiket yang tidak terjangkau kelas menengah kebawah.
  2. Tidak adanya pemesanan dan pembayaran tiket via online
  3. Adanya diskriminasi penumpang.

 

 

 

SUMBER REFERENSI

Anonim,  2012. Pujian Untuk Garuda,http://evidakartini.multiply.com/journal/item/26/Pujian_Untuk_Garuda?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem,  Diunduh 3 mei 2012

 

Anonim, 2009. Ke Jakarta Naik Garuda http://morishige.wordpress.com/2010/09/23/ke-jakarta-naik-garuda/, Diunduh 3 mei 2012

 

A nonim, 2011. Extraordinary Flight with Garuda Indonesia,  http://gaphebercerita.blogspot.com/2011/04/extraordinary-flight-with-garuda.html, Diunduh 3 Mei 2012

 

Anonim, 2012.Pertama kali naik pesawat Boeing 737-900ER, http://www.wijanarko.net/2009/06/pengalaman-pertama-naik-boeing-737.html, Diunduh 3 Mei 2012

 

Anonim, 2012. Cuti Desember 2011 #3]Lion Air B739ER & Wings Air ATR725 CGK-MES-PEN http://t.indoflyer.net/587484, Diunduh 3 Mei 2012

 

Prof. Dr. H. Suryana, M.Si. MANAJEMEN STRATEGIK Untuk Bisnis dan Organisasi Non Profit Bahan Perkuliahan, https://docs.google.com/document/d/1P3a_2Yppm_EPH1OdhAyQNyN-BW1uBE7UPyATCDvLcKY/edit?hl=en&pli=1, diunduh 2 mei 2012   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.